Rabu, 16 November 2011

Naik Saja Tidak Cukup!

Itu judul tulisan Haryono Suyono, Mantan Menko Kesra dan Taskin zaman Order Baru di Kompas 16 November 2011. Tulisan ini menarik untuk disimak karena figure Haryono Suyono yang fenomenal karena sukses dalam mengelola program keluarga berencana. Pada tulisan ini beliau mengulas tentang progres kenaikan indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia.

IPM Indonesia tumbuh dengan konsisten namun sayangnya kurang cepat. Pada tahun 1980 IPM Indonesia adalah 0,423 dan naik menjadi 0,481 di tahun 1990. Sepuluh tahun kemudian IMP Indonesia menjadi 0,543. Pada tahun 2005 adalah 0,572 dan 2011 adalah 0,617. Namun demikian rupanya dari pengukuran peringkat posisi Indonesia itu tidaklah menggembirakan. Peringkat pada tahun 2009 adalah 111, tahun 2010 naik sedikit ke 108 namun pada tahun 2011 melorot ke 124. Beberapa negara yang tampaknya kurang beruntung rupanya mempunyai IPM yang lebih tinggi daripada Indonesia yaitu: Palestina, Uzbekistan, Botswana, Suriah, Namibia, Honduras, Kiribati dan Afrika Selatan. Mereka berada pada peringkat 114 sampai 123. Vietnam masih berada di bawah Indonesia.

Untuk meningkatkan IPM secara lebih signifikan rupanya beberapa parameter perlu mendapatkan perhatian. Haryono mengidentifikasi parameter usia harapan hidup, pendidikan dan kenaikan tingkat pendapatan. Semua parameter tersebut sangat terkait dengan keluarga berencana. Menutup tulisannya beliau mengusulkan untuk meningkatkan pendidikan di usia sampai dengan 25 tahun, program Pos Pemberdayaan Keluarga dan pengelolaan statistik. Beliau memang pakar di bidang statistik dan keluarga berencana.

Indeks pembangunan manusia (IPM) menjadi ukuran untuk kemajuan suatu negara. Indeks pembangunan manusia menurut UNDP adalah dengan memperhatikan 3 parameter yaitu: Indeks Harapan Hidup, Indeks Pendidikan dan Indeks Pendapatan. Sebelum tahun 2010 UNDP merumuskan dengan 3 parameter juga yaitu: Indeks Harapan Hidup, Indeks Pendidikan dan GDP. Beberapa organisasi lainnya memperhatikan juga Indeks Kependudukan.

Tidak ada komentar: