Sore ini saya berjalan dari depan Katedral Semarang ke Toko Buku Gramedia. Isteri saya hanya mengantar saya sampai di sana karena dia bergegas ke Jatigaleh. Ada pengalaman baru ketika itu yaitu kenyamanan berjalan.
Nyaman, karena ternyata pedestrian di Jalan Pandanaran telah dibenahi. Kalau dulu kenyamanan terganggu oleh aktivitas penjajaan makanan di pedestrian yang tidak teratur sekarang ruang untuk itu dialokasikan mendekat kejalan dengan lebar kurang lebih 1m. Lebar pedestrian itu sendiri 3 - 4m. Di beberapa tempat lebar pedestrian berkurang 2m untuk dipakai sebagai oprit jalan masuk persil. Itu tak masalah karena masih cukup ruang untuk pejalan kaki.
Kalau dulu pedestrian banyak diintervensi pemilik persil sehingga terjadi diskontinyu sesuai lebar persil. Diskontinyu itu menjadikan pedestrian kadang tidak sebidang mengurangi kenyaman pejalan kaki. Sekarang ini pedestrian sudah kontinyu.
Walau sudah nyaman beberapa hal perlu diperbaiki. Yang pertama adalah beberapa keping keramik penutup pedestrian sudah copot walaupun itu merupakan bangunan baru. Pejalan harus hati hjati agar kaki tidak menendang keping keramik. Yang kedua adalah oprit pedestrian ke jalan belum mengikuti zebra cross sehingga pejalan harus 'mlipir' untuk sampai zebra cross. Yang ketiga masih banyak mobil, motor dan becak yang diparkir dengan menempati sebagian ruang pedestrian. Dan yang ke empat adalah keberadaan beberapa aktivitas perdagangan pada beberapa titik yang bisa mengganggu pejalan.
Pedestrian merupakan unsur penting dalam sistem transportasi kota. Lain daripada itu pedestrian juga suatu unsur dari arsitektur kota yang beradaannya menjadi penyaman kota. Perbaikan pedestrian yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang patut didukung oleh seluruh warganya. Dukungan dapat berujud ketaatan terhadap peraturan yang bersangkutan, keikutsertaan menjaga aset yang bersangkutan dan keikutsertaan memberikan sumbangan saran.
Sabtu, 11 Februari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar