Sabtu, 05 April 2008

Peringatan HAD 2007 Jawa Tengah

(Tulisan ini adalah salinan dari tulisan saya pada milis sdajateng 6 April 2007)

'Padang Alase, Ilang Banyune, Teka Banjire' memenangkan lomba spanduk dalam rangka Peringatan Hari Air Dunia (HAD) 2007 tingkat Jawa Tengah. Walau belum menjawab seluruh tema karena tidak memuat unsur 'ajakan' tetapi kata katanya begitu kuat mengingatkan kita semua akan adanya kelangkaan air akibat salah urus alam. Ucapan selamat disampaikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo atas kemenangan ini. Untuk menandainya maka sebuah trophy telah diberikan kepada Kepala Balainya oleh Kepala Dinas PSDA Jawa Tengah pada puncak peringatan HAD 2007 tingkat Jawa Tengah yang berlangsung di Kebumen Kamis 05 April 2007.

Pada kesempatan yang sama juga telah diselenggarakan diskusi dengan Subtema 'Langkah Nyata Mengatasi Kekurangan Air'. Ada 8 panelis menyampaikan laporannya. Mereka adalah para kepala BBWS yang beroperasi di Jawa Tengah (5 bbws, 1 diantaranya diwakili oleh stafnya), Kabal PSDA Probolo, Kadis SDA Tamben Kab Kebumen dan mantan Pemimpin SNVT Irigasi Andalan Jawa Tengah. Sayang, tata suara dan tata cahaya tidak mendukung sehingga pesan yang disampaikan oleh para panelis hanya sayup sayup sampai. Penyampaian juga tidak efektif karena tidak semua panelis membagikan paper/handoutnya dan tidak ada kesempatan bagi aundience untuk menyampaikan klarifikasinya.

Walau gelap dan lamat lamat saya berusaha menyimak. Penilaian saya mantan Pemimpin SNVT IAJT, Kabal PSDA Probolo dan staf BBWS Cimanuk Cisanggarung telah menjawab sub tema yang ditetapkan sedangkan lainnya lebih fokus kepada memperkenalkan dirinya. Mantan Pemimpin SNVT IAJT mengambil bidang pengawetan yaitu melaporkan pembangunan Intake Kedungsamak yang outcomenya dapat menghemat air Waduk Wadaslintang. Kabal PSDA Probolo mengambil bidang pelestarian yaitu melaporkan penggerakan institusi dan masyarakat untuk pelestarian das. sedang staf BBWS Cimanuk Cisanggarung mengambil bidang penghematan yaitu melaporkan penyiapan trainers untuk penerapan Metode System of Rice Intensification (SRI). Ucapan selamat disampaikan untuk mantan Pemimpin SNVT IAJT yang karenanya mendapatkan penghargaan inovasi teknologi. Penghargaan yang sama mestinya disampaikan juga untuk Kabal PSDA Probolo sebagai pelopor gerakan konservasi. Penghargaan lainnya mesti disediakan untuk BBWS Cimanuk Cisanggarung jika gerakan penghematan air irigasi sukses.

Indonesia termasuk di dalam 10 negara terkaya air di dunia. Menurut Ir Imam Anshori (Direktur Bina PSDA Dep PU), presipitasi rata rata per kapita per tahun adalah 2500 m3. Bagaimana dengan Jawa Tengah? rasanya tidak terlalu jauh karena untuk Bengawan Solo saja (daerah paling timur Jawa Tengah) adalah 2000 m3/ kapita/ tahun. Angka ini masih masuk dalam rentang 10 negara terkaya air di dunia. Kita memang belum dapat mengurus anugerah Tuhan ini dengan baik sehingga terjadi banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau, cocok dengan kata kata BBWS Bengawan Solo: 'Padang Alase, Ilang Banyune, Teka Banjire.

Tidak ada komentar: